Postingan

Diana Loomans

If I had my child to raise over again, I'd finger paint more, and point the finger less. I'd do less correcting, and more connecting. I'd take my eyes off my watch, and watch with my eyes. I would care to know less, and know to care more. I'd take more hikes and fly more kites. I'd stop playing serious, and seriously play. I'd run through more fields, and gaze at more stars. I'd do more hugging, and less tugging. I would be firm less often, and affirm much more. I'd build self-esteem first, and the house later. I'd teach less about the love of power, And more about the power of love. It matters not whether my child is big or small, From this day forth, I'll cherish it all.

Puisi

Setiap kita pernah menghitung bintang di langit, Hanya keputus-asaan yang tepat untuk mengurainya, Seperti aku, Menghitung helaan nafas periring namamu, Hanya kelelahan yang mengetahui jumlahnya, Saat mata terpejam, Aku masih bisa melihatmu, Bukan, Mungkin hanya pada saat terpejamlah aku bisa melihatmu, :) Aku ingin seperti Bintang Sirius, Selalu bersinar terang di hatimu, Kini aku telah sampai pada ujung perjalananku, Seperti hujan, Aku penasaran, Bagamana nanti aku akan dikenang, Kuserahkan semuanya pada kalian. -Surat Kecil Untuk Tuhan-

Sayap-Sayap Kecoa yang Patah

Aku berjalan perlahan, Kutenggok kiri kanan, Sepi. Aku percepat langkahku, Tak ingin ada satupun perhatian tertuju, Sepi. CTAK!! Suara lidi menghantam keramik, CTAK CTAK CTAK!! Sial, keras sekali Aku berpikir keras, Sekeras batok kepala, Terbang saja! Tinggal terbang! *ipik-ipik* *ipik-ipik* Sepasang mata tertuju padaku, Dia menatapku serius, Tapi ia tersenyum, Ah masa bodoh! *ipik-ipik* *ipik-ipik* Aku menengok, Senyuman itu bikin dongkol! Oh! Aku masih di atas keramik, Sayapku tercecer di samping, Mami Papi Help Me  T_T Udah, gitu aja HAHAHA

Bukan Pengorbanan, Tapi Cinta Kasih

Remaja. Kata ini tentu bukan untukku lagi. Aku hampir melepas umur 20 tahunku dan sebulan lagi 21 tahun. Tapi kata itu sangat menggambarkan adikku yang mau menginjak 14 tahun. Dia lelaki dan dia 14 tahun, sesuai dengan siklus, dia harusnya sudah baligh. Waktunya mimpi basah, mulai jatuh cinta, testosteronnya mulai lebih aktif. Tapi keadaannya agak sedikit berbeda, dia spesial, dia seorang autisme. Tidak ada yang tau kapan dia mimpi basah (eh, gak nding, kali aja ayah tau :p) dan kapan dia pertama kali jatuh cinta! Nah ini nih yang bikin aku super super super kepo. Syaraf otaknya boleh aja agak 'nge-hang' tapi kinerja seksual di tubuhnya kan masih jalan dengan sangat baik (kayak penderita autisme perempuan yang tetap menstruasi).  Nah kayak Lirik lagunya mbak Dewi Lestari - Malaikat Juga Tau Berbagi... Takdir kita selalu.... Kecuali tiap kau jatuh hati Nah disini aku masih merasa ada sedikit ketakutan yang sama dengan videoklip lagu diatas. Dimana diceritakan kalau ada s...

Cerita Dikit-dikit

Gambar
Simpan dulu di draft postingan yang seharusnya terbit hari ini wkwk Sekarang mau sekedar ringan saja menulis, tepatnya me-review pengalaman jelajah Berau, Kalimantan Timur kemarin :D 25 Oktober 2012 Hari itu merasa enggan sekali packing, tapi ada rasa 'seperti popcorn yang meletup-letup' karena mau backpacker ke ujung hidung Pulau Kalimantan, Berau! Seperti terlihat di peta, biasanya daerah situ tempat jerawat tumbuh #okejayus Menuju Bandara Juanda pukul 13.00 dengan menggunakan taxi dari kediaman eyang di daerah semolowaru, pamitan dulu nih ceritanya. Saya sampai bandara pukul 14.15 dengan penerbangan pukul 15.30, santai menunggu di bandara dan kebetulan hari itu saya berpuasa (besoknya Idul Adha) jadi tidak keluyuran beli makanan seperti biasanya. Setelah masuk pesawat tampak juga beberapa backpacker dengan ransel gede dan kamera. Disitu saya ingat SAYA LUPA BAWA KAMERA. Dodol dodol dodol. Ah lupakan -,,- Walaupun agak galau pas di pesawat tapi masih terkalah...

Lady Rose

Gambar
Tadaaaaa!!! hihihi Hari ini Lady Rose 4 a.k.a anggota kontrakan cenat-cenut jalan-jalan ke Bintaro Plaza rame-rame komplit berlima. Kontrakan yang notabene anggotanya semua arek suroboyo yang mengedepankan 'Act Like A Lady, Think Like A Man' ini memutuskan pindah tempat diskusi dari meja makan sebelah dapur kontrakan ke Bintaro Plaza. Setelah makan di AH Resto, kami memborong 12 buku dari Gramedia. Liburan ini kami jadi melestarikan Gerakan Generasi Membaca :D. Yuk mari beli buku, lol

Pergi Kau Bodoh!

Ketika imanku terlepas sejenak, Hampir saja aku terjebak, Tapi aku kembali, ambil posisi, Tak kan kubiarkan imanku pergi lagi, Walaupun dalam hitungan detik. Malu rasanya ketika mengaku muslim tapi tak mengimani-Nya, Malu ketika tak mengimani kitab indah itu, Quran. Aku malu, Aku malu dengan Illahku, Bukan denganmu, ataupun orang lain selain kamu. Memang ini caraku, prinsipku, agamaku, Kalau merasa terganggu pergilah dengan urusanmu, Jangan ganggu aku, Dasar bodoh! *bodoh: untuk syaitan, hawa nafsu, dan manusia yg dikuasai syaitan